Kamis, 02 Mei 2013

Diposkan oleh gytha chhuby purple lovers di 23.32 0 komentar

Contoh RPP KD 2.1 SK 2 SMP Semester 1

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

                 
                             Nama Sekolah       :     SMP NEGERI  ...........
                              Mata Pelajaran      :     Matematika
                              Kelas                    :    VII (Tujuh)
                              Semester               :     1 (Satu)


Standar KompetensiALJABAR    
                                     2.      Memahami bentuk aljabar, persamaan dan
                                     Pertidaksamaan linear satu variabel.

Kompetensi Dasar        :2.1.Mengenali bentuk aljabar dan unsur-unsurnya.

Indikator                    :   Dapat menjelaskan pengertian variabel, konstanta,
                                      suku,koefisien suku, dan suku sejenis.

Alokasi Waktu           :  1x20 menit

A.     Tujuan Pembelajaran
o   Peserta didik dapat menjelaskan pengertian variabel, konstanta, suku, koefisien suku, dan suku sejenis

v  Karakter siswa yang diharapkan :           Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )

B.     Materi Ajar
         Aljabar dan Aritmetika Sosial, yaitu mengenai:
a.       Mengenal bentuk aljabar.
b.      Menjelaskan pengertian suku, koefisien suku, dan suku sejenis

C.     Model Pembelajaran
         Kooperatif



TAHAP – TAHAP MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF

Tahap 1
 Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa Guru menyampaikan semua tujuan pem belajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersbut dan memotivasi siswa belajar.
Tahap 2
Menyajikan informasi Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan
Tahap 3
Mengorganisasikan siswa kekelompok-kelompok belajar Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana cara membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien.
Tahap 4
Membimbing kelompok bekerja dan belajar Guru membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka menyajikan tugas mereka.
Tahap 5
Evaluasi Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya.
Tahap 6
Memberikan penghargaan Guru mencari cara untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar individual dan kelompok

D.     Metode Pembelajaran
         Ceramah, tanya jawab, diskusi, dan pemberian tugas.


E.     Langkah-langkah Kegiatan.
         Pertemuan Pertama    
         Kegiatan awal    :  -  Apersepsi :  -       Menyampaikan tujuan pembelajaran.
-          Siswa diajak mengingat kembali tentang menggunakan sifat-sifat operasi hitungan bilangan bulat dan pecahan dalam pemecahan masalah.
Kegiatan Inti :
§ Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
F Menyampaikan materi tentang bentuk aljabar, variabel , konstanta, koefisien , suku dan suku sejenis
F melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi pengertian variabel, konstanta, koefisien, dan suku sejenis dan suku tak sejenis.
F melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran.

§ Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
F Memfasilitasi siswa dalam pembentukan kelompok-kelompok belajar, guru membagi kelompok-kelompok belajar.
F memfasilitasi peserta didik melalui pemberian lembar kerja siswa tentang pengertian variabel, konstanta, koefisien, dan suku sejenis untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis
F Membimbing kelompok bekerja dan belajar Guru membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka menyajikan tugas mereka.
F memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil diskusi individual maupun kelompok.

§ Konfirmasi
 Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
F Mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya.
F Memberikan penghargaan Guru mencari cara untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar kelompok.


Kegiatan Akhir
      Dalam kegiatan penutup, guru:
F bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan  pelajaran tentang pengertian variabel, konstanta, koefisien, dan suku sejenis.
F melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan.
F Peserta didik diberikan pekerjaan rumah (PR) dari soal-soal “Kompetensi Berkembang Melalui Latihan” dalam buku paket yang belum terselesaikan/dibahas di kelas.

E.  Alat dan Sumber Belajar
Sumber :   
-     Buku paket, yaitu buku Matematika Kelas VII Semester 1 Erlangga,
-     M.Cholick A, Sugijono,  Matematika untuk SMP Kelas VII Semester I. Jakarta: Erlangga, 2006.

Alat :
-    Laptop
-    LCD

               F. Penilaian Hasil Belajar    
Indikator Pencapaian Kompetensi
Penilaian
Teknik Penilaian
Bentuk Instrumen
Instrumen/ Soal
·    Menjelaskan pengertian, koefisien, variabel, konstanta, faktor , suku dan suku sejenis.

Tes lisan
Daftar pertanyaan
1. Dari bentuk aljabar  2x + 3, manakah yang merupakan koefisien, variabel dan manakah yang merupakan konstanta?
2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan koefisien, variabel dan konstanta.


Mengetahui,
Kepala SMP/MTs …………….



( ........................................................)
NIP/NIK :…………..……………….

........., ......, ............... 20...
Guru Mapel Matematika.



(ANGGITAPUSPANDARI)
NIP/NIK :…….…………….

Sabtu, 31 Maret 2012

Diposkan oleh gytha chhuby purple lovers di 01.56 0 komentar
download

Selasa, 20 Maret 2012

KOMPONEN-KOMPONEN KURIKULUM

Diposkan oleh gytha chhuby purple lovers di 07.05 0 komentar

A.Komponen-Komponen Kurikulum
Kurikulum dapat diumpamakan ssebagai salah satu organism manusia ataupun binatang, yang memiliki susuanan anatomi tertentu. Unsur atau komponen-komponen dari anatomi tubuh kuriklum yang utama adalah: tujuan, isi atau materi, proses atau system penyampaian, dan media, serta evaluasi. Keempat komponen tersebut berkaitan erat satu sama lain.
1.Tujuan
Tujuan kurikulum berdasarkan dua hal. Pertama perkembangan tuntutan, kebutuhan dan kondisi masyarakat. Kedua, didasari oleh pemikiran-pemikiran dan terarah pada pencapaian nilai-nilai filosofis, teruatama falsafah Negara. Tujuan pendidikab nasional yang berjangka panjang merupakan suatu tujuan pendidikan umum, sedangkan tujuan instruksional yang berjangka waktu cukup pendek merupakan tujuan yang bersifat khusus. Tujuan-tujuan khusus dijabarkan dari sasaran-sasaran pendidikan yang bersifat umum yang biasanya abstrak dan luas, menjadi sasaran-sasaran khusus yang lebih konkret, sempit, dan terbatas.
Perumusan tujuan mengajar yang berbentuk tujuan khusus memberikan beberapa keuntungan:
1.      Tujuan khusus memudahkan dalam mengomunikasikan maksud kegiatan mengajar-belajar kepada siswa. Berdasarkan penelitian Mager dan Clark (1963) siswa mengetahui tujuan-tujuan khusus suatu pokok bahasan, diberikan referensi dn sumber yang memadai, dan  diberikan dalam waktu setengah dari waktu belajar dalam kelas biasa.
2.      Tujuan khusus, membantu memudahkan guru-guru memilih dan menyusun bahan ajar.
3.      Tujuan khusus memudahkan guru menentukan kegiatan belajar dan media mengajar.
4.      Tujuan khusus memudahkan guru mengadakan penilaian. Dengan tjuan khusus guru lebih mudah menentukan bentuk tes, lebih mudah merumuskan butir tes dan lebih mudah menentukan kriteria pencapaiannya.
Beberapa ahli seperti Mager (1962), Banathy (1968), Rowntree  (1974), Gagne (1974), De Cecco (1977), dan Davies (1981) sepakat bahwa tujuan khusus merupakan suatu perilaku yang diperlihatkan siswa pada akhir suatu kegiatan belajar. Ahli-ahli diatas juga memberikan beberapa spesifikasi dari tujuan-tujuan mengajar khusus yaitu:
1.      Menggambarkan apa yang diharapkan dapat dilakukan oleh siswa, dengan:
a.       Menggunakan kata-kata kerja yang menunjukan tingkah laku yang dapat diamati,
b.      Menunjukan stimulus yang mengembangkan tingkah laku siswa,
c.       Memberikan pengkhususan tentang sumber-sumber yang dapat digunakan siswa dan orang-orang yang dapat diajak bekerja sama.
2.      Menunjukan mutu tingkah laku yang diharapkan dilakukan oleh siswa, dalam bentuk:
a.       Ketepatan atau ketelitian respons,
b.      Kecepatan, panjangnya dan frekuensi respons.
3.      Menggambarkan kondisi atau lingkungan yang menunjang tingkah laku siswa, berupa:
a.       Kondisi atau lingkungan fisik,
b.      Kondisi atau lingkungan psikologis.

2.  Bahan Ajar
Siswa belajar dalam bentuk interaksi dengan lingkunganya, tugas utama sorang guru adalah mmenciptakan lingkungan tersebut, untuk mendorong siswa melakukan interaksi yang produktiv dan memberikan pengalaman belajar yang dibutuhkan.
a.       Sekuens bahan ajar
Untuk mencapai tiap tujuan mengajar yang telah ditentukan diperlukan bahan ajar. Bahan ajar tersebut tersusun atas topic-topik dan sub-subtopik tertentu Topik-topik atau sub-subtopik tersebut tersusun dalam sekuens tertentu yang membentuk sekuens bahan ajar. Ada beberapa cara untuk menyusun sekuens bahan ajar, yaitu:
1.      Sekuens kronologi, untuk menyusun bahan ajar yang mengandung urutan waktu, dapat menggunakan sekuens kronologi.
2.      Sekuens klausal, siswa dihadapkan pada peristiwa-peristiwa atau situasi yang menjadi sebab atau ppendahulu dai suatu peristiwa atau situasi lain.
3.      Sekuens structural, Bagian-bagian bahan ajar suatu bidang studi telah mempunyai struktur tertentu. Penyusunan sekuens bahan ajar bidang studi tersebut perlu disesuaikan dengan strukturnya.
4.      Sekuens logis dan psikologis, menurut sekuens logis bahan ajar dimulai dari bagian menuju pada keseluruhan, dari yang sederhana kepada yang kompleks, tetapi menurut psikologis sebaliknya dari keseluruhan kepada bagian, dari yang kompleks kepada yang sederhana.
5.      Sekuens spiral, bahan ajar dipusatkan pada topik atau bahan tertentu, dari topic atau pokok tersebut bahan diperluas dan diperdalam.
6.      Rangkaian ke belakang, dalam sekuens ini mengajar dimulai dari langkah terakhir dan mundur kebelakang.
7.      Sekuens berdasarkan hierarki belajar, dengan prosedur sebagai berikut: tujuan-tujuan khusus utama pembelajaran dianalisis, kemudian dicari suatu hierarki urutan bahan ajar untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu.

3.      STRATEGI PEMBELAJARAN
Ada beberapa strategi yang dapat digunakan dalam mengajar. Rowntree (1974: 93-97) membagi strategi itu atas Exposition - Discovery Learning dan  Groups -  Individual Learning. Ausubel and Robinson (1969: 43-45) membaginya atas:
a.       Reception/Exposition Learning – Discovery Learning.
Siswa tidak dituntut untuk mengolah, atau melakukan aktivitas lain kecuali menguasainya. Bahan ajar tidak disajikan dalam bentuk akhir, siswa dituntut untuk melakukan berbagai kegiatan, menghimpun informasi, membandingkan, mengkategorikan, menganalisis, mengintegrasikan, mereorganisasikan bahan serta membuat kesimpulan-kesimpulan. Melalui kegiatan tersebut siswa akan menguasainya, menerapkan, serta menemukan hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya.

b.      Rote-Learning – Meaningful Learning
Bahan ajar disampaikan kepada siswa tanpa memeperhatikan arti atau maknanya bagi siswa. Siswa menguasai bahan ajar dengan menghafalkanya. Penyampaian bahan mengutamakanm makna bagi siswa.


c.       Group Learning – Individual Learning
Dalam bentuk pelaksanannya agak sukar dan mempunyai beberapa masalah, karena kemampuan dan kecepatan belajar siswa tidak sama, maka kegiatan discovery hanya dilakukan oleh siswa-siswa pandai dan cepat, siswa-siswa yang kurang dan lambat, akan mengikuti saja dan menerima temuan-temuan anak-anak cepat. Dengan demikian akan terjadi perbedaan yang semakin jauh antara anak pandai dengan yang kurang.

4.      Media mengajar
Media mengajar adalah segala macam bentuk perangsang dan alat yang disediakan untuk mendorong siswa belajar. Rowntree (1974: 104-113) mengelompokan media mengajar menjadi lima macam dan di sebut Modes, yaitu:
a.       Interaksi insane, adalah komunikasi langsung antara dua orang atau lebih.  Komunikasi insane dapat berlangsung melalui komunikasi verbal atau nonverbal. Komunikasi bersifat verbal memegang peranan penting, terutama perkembangan kognigtif siswa.
b.      Realita, bentuk perangsang nyata seprti orang-orang, binatang, benda-benda, peristiwa, dan sebagainya. Siswa berkomunikasi dengan orang-oran, sedangkan dalam realita orang-orang tersebut hanya menjadi objek pengamatan, objek studi siswa.
c.       Pictorial, Media ini menunjukan penyajian berbagai bentuk variasi gambar dan diagram nyata maupun symbol, juga mempunyai banyak keuntungan karena hampir semua ukuran, bentuk, kecepatan, benda, mahluk dan peristiwa dapat disajikan dalam media ini.
d.      Simbol tertulis, adalah ssumber penyajian media yang paling umum, tetapi tetap efektif, ada beberapa macam bentuk media symbol tertulis seperti, buku teks, buku paket, modul dan majalah-majalah.
e.       Rekaman suara, Berbagai bentuk informasi dapat disampaikan kepada anak dalam bentuk rekaman suara, rekaman suara dapat disajikan secara tersendiri atau digabung dengan media pictorial. Penggunaan rekaman suara tanpa gambar dalam pengajaran bahasa cukup efektif.

5.      Evaluasi pengajaran
Komponen utama selanjutnya setelah rumusan tujuan, bahan ajar, strategi, mengajar, dan media mengajar adalah evaluasi dan penyempurnaan.
Evaluasi ditujukan untuk menilai mencapaian tujuan-tujuan yang telah ditentukanserta menilai proses pelaksanaan mengajar secara keseluruhan.
a.       Evalusai hasil belajar-mengajar
Dalam evaluasi ini butir-butir soal untuk mengukur pencapaian tiap tujuan khusus yang telah ditentukan. Utuk setiap tujuan khusus minimal disusun satu soal .
b.      Evaluasi pelaksanaan mengajar
Komponen yang dievaluasi dalam pengajaran bukan hanya hasil belajar mengajar tetapi keseluruhan pelaksanaan pengajaran, yang meliputi evaluasi komponen tujuan mengajar, bahan pengajaran, strategi dan media pengajaran serta komponen evaluasi mengajar sendiri.

6.      Penyempurnaan pengajaran
Sesuai dengan komponen-komponen yang dievaluasi, pada dasarnya semua komponen mengajar mempunyai kemungkinan untuk disempurnakan. Suatu komponen mendapatkan prioritas lebih dahulu atau mendapatkan penyempurnaan lebih banyak, dilihat dari peranannya dan tingkat kelemahanya (Rowntree, 1974: 150-151).

Sukmadinata, Nana Syaodih. 2006. Pengembangan Kurikulum: Teori dan Praktik. Bandung: PT. Rosdakarya.

Minggu, 12 Februari 2012

Diposkan oleh gytha chhuby purple lovers di 21.33 0 komentar

Sleep Paralysis, Penyakit Ketindihan Saat Tidur


Pernah terbangun dari tidur, tapi sulit bergerak ataupun berteriak? Tenang, Anda tidak sedang diganggu makhluk halus.


Berdasarkan ilmu medis, keadaan itu disebut sleep paralysis atau kelumpuhan tidur. Namun, banyak masyarakat menyebutnya 'erep-erep'. Masyarakat juga selalu mengaitkan kondisi ini karena ulah makhluk halus yang menindih tubuh kita.

Fenomena ini bisa terjadi pada siapa saja. Setidaknya orang akan mengalaminya sekali atau dua kali dalam hidupnya. Namun, Anda tak perlu khawatir, sleep paralysis biasanya tidak berbahaya. 

Selama tidur, aktivitas dan otot-otot tubuh menjadi tidak bergerak, sehingga menyebabkan kelumpuhan sementara. Bahkan kadang-kadang kelumpuhan tetap ada setelah orang terbangun. Biasanya, kelumpuhan tidur diikuti dengan halusinasi. Orang yang
mengalami kelumpuhan tidur merasa seperti dicekik, dada sesak, badan
sulit bergerak dan sulit berteriak. 

Ketika seseorang tidur, aktifitas otak mengalami dua hal berbeda, yang disebut tidur aktif atau REM (rapid eye movement) dan tidur non-REM. 

Non-REM selama tidur akan menghasilkan gerakkan selagi Anda tidur, seperti berbicara dalam tidur atau berjalan ketika tidur. Sedangkan REM akan mempengaruhi denyut jantung, laju respirasi dan tekanan darah ketika tidur. 

Secara psikologis, sleep paralysis berhubungan dengan tidur di tahap REM, dimana setelah mengalami tidur REM, mata terbuka namun paralysis tetap bertahan. 

Biasanya hal ini mengakibatkan halusinasi. Sleep paralysis terjadi sekitar 2-3 menit. Setelah otak dan tubuh berhubungan kembali, penderita dapat menggerakkan tubuhnya kembali. Namun, memori dari sensasi yang mengerikan atau mimpi buruk biasanya dapat bertahan lama

Secara fisiologis, penyebab sleep paralysis belum diketahui secara pasti. Sejauh ini, para psikologis memberikan gambaran umum mengenai penyebab terjadinya sleep paralysis, seperti kebiasaan tidur menghadap ke atas, pola tidur tak tentu, stress, dan perubahan mendadak pada lingkungan ataulifestyle.



(Berbagai Sumber)

Minggu, 22 Januari 2012

FILOSOFI BUAH

Diposkan oleh gytha chhuby purple lovers di 08.24 0 komentar
Filosofi Buah

1. Jadilah Jagung, Jangan Jambu Monyet.
Jagung membungkus bijinya yang banyak, sedangkan jambu monyet memamerkan bijinya yang cuma satu-satunya.
Artinya: Jangan suka pamer

2. Jadilah pohon Pisang.
Pohon pisang kalau berbuah hanya sekali, lalu mati.
Artinya: Kesetiaan dalam pernikahan.

3. Jadilah Duren, jangan kedondong.
Walaupun luarnya penuh kulit yang tajam, tetapi dalamnya lembut dan manis. Hmmmm, beda dengan kedondong, luarnya mulus, rasanya agak asem dan di dalamnya ada biji yang berduri.
Artinya: Don’t Judge a Book by The Cover..
Jangan menilai orang dari luarnya saja.

4. Jadilah bengkoang.
Walaupun hidup dalam kompos sampah, tetapi umbinya, isinya putih bersih.
Artinya: Jagalah hati, jangan kau nodai.

5. Jadilah Tandan Pete, bukan Tandan Rambutan.
Tandan pete membagi makanan sama rata ke biji petenya, semua seimbang, tidak seperti rambutan.. ada yang kecil ada yang gede.
Artinya: Selalu adil dalam bersikap.

6. Jadilah Cabe. Makin tua makin pedas.
Artinya: Makin tua makin bijaksana.
BUKAN MAKIN TUA MAKIN REWEL.

7. Jadilah Buah Manggis.
Bisa ditebak isinya dari pantat buahnya.
Artinya: Jangan Munafik

8. Jadilah Buah Nangka.
Selain buahnya, nangka memberi getah kepada penjual atau yg memakannya.
Artinya: Berikan kesan kepada semua orang (tentunya yg baik)

Jadilah manusia yang baik untuk dunia...! ^^

Jumat, 20 Januari 2012

MAKNA WARNA UNGU

Diposkan oleh gytha chhuby purple lovers di 23.15 0 komentar
Kalo warna Ungu (Violet) menjadi warna favorit kamu maka kamu adalah tipe yang benar-benar luar biasa. Dalam menghadapi masa depan kamu tidak pernah ragu-ragu, apa yang dikerjakan kamu adalah yang terbaik. Kamu pandai benar dalam mengikuti perkembangan jaman. Dalam bercinta, hanya merekalah yang kuat mental yang bisa mendekati dan menjadi kekasih kamu.
Warna ungu yang sering kita sebut dengan warna janda ternyata mempunyai makna yang sangat baik. Purple is against bad idea. Warna inilah yang sebenarnya dianggap oleh pihak Mangkunegaran warna yang paling baik. Karena warna ungu bisa mencegah kita dari ide-ide yang buruk. jadi intinya kalo kita sedang meeting, atau sedang presentasi pakailah warna ungu karena warna ungu bisa membuat kita  mengeluarkan ide-ide yang brilian, dan bisa jadi projek kita goal dan naik jabatan deh *insyaallah.wkwk*
Warna Ungu adalah pribadi dengan tipe yang benar-benar luar biasa. Selalu optimis, dalam menghadapi masa depan kamu tidak pernah ragu-ragu, apa yang dikerjakan kamu adalah yang terbaik. Kamu pandai benar dalam mengikuti perkembangan jaman. Dalam bercinta, hanya merekalah yang kuat mental yang bisa mendekati dan menjadi kekasih kamu.
Warna ungu melambangkan Spiritual, Misteri (Karena Warna Ungu sangat jarang ditemui di alam), Kebangsawanan (banyak disukai para bangsawan barat gitu,contoh: gaun pesta), kreatif, Kekasaran (violet is violent), angkuh, jomblo (gak semua benar).
Ungu yang hangat dan sejuk. Jelajahi makna dan simbolisme warna ungu dan warna yang pergi dengan nuansa ungu dan terang dan gelap dari ungu pucat anggrek untuk ungu gelap dan nila.
Warna ungu terdiri dari berbagai tingkatan warna. Mulai dari warna biru sampai akhir dari spektrum merah sehingga selalu ada warna ungu untuk semua warna kulit.
- Kulit putih tampak kontras dengan warna ungu yang lebih cerah dengan warna  dasar biru.
- Kulit yang lebih gelap cantik dengan ungu pastel seperti lila.
- Rambut hitam cocok dengan warna violet.

Tips memilih warna ungu
Untuk menemukan warna ungu yang paling serasi dengan kulit Anda, datang ke toko dan pegang kain dalam berbagai warna ungu di dekat wajah Anda. Lihat warna yang tampak cantik di wajah Anda. Ingat warna ini saat bell baju ungu.

Tips memakai baju ungu
1. Jangan kenakan warna ungu dari ujung rambut sampai ujung kaki. Mengenakan 1  item warna ungu yang classy mencerminkan sisi romantis dan misterius dari  Anda.
2. Untuk siang hari, misalnya ke kantor, kenakan vest ungu cantik feminin,   magenta, atau lila. Padukan dengan kemeja putih bersih. Atau dengan  setelan   hitam dengan kemeja atau blus putih. Untuk tampil beda, boleh kenakan sepatu  hak tinggi ungu.
3. Selain dipadukan dengan warna hitam, ungu juga bisa dipadukan dengan  warna-warna netral gelap lainnya seperti warna arang. Blus ungu di bawah  setelan warna gelap ideal untuk busana kerja.
4. Ungu juga bisa dipadukan dengan warna-warna cerah seperti hijau rumput atau  hijau jeruk nipis. Contohnya sweater ungu dengan scarf hijau.
5. Lengkapi makeup dengan warna ungu. Perona mata ungu misalnya. Syaratnya: pilih perona mata ungu muds dan oleskan tipis saja. Perona mata ungu yang terlalu gelap membuat mata tampak seperti habis ditonjok.

Gaun ungu
Untuk busana malam, gaun ungu tampak fantastik. Ungu yang lebih tua mengesankan misterius. Semua warna ungu tampak cantik. Mulai dari lilac, plum, magenta, mauve sampai ungu tua.

Aksesori dan perhiasan ungu
Amethyst atau batu kecubung termasuk perhiasan ungu yang umum dijual, mulai dari liontin sampai batu cincin. Aksesori dan perhiasan ungu paling cantik dipadukan dengan busana warna hitam, warna netral atau putih.

Shades of Purple: Kata-kata ini identik dengan ungu atau mewakili berbagai nuansa warna ungu: amethyst, terung, nila , lavender , ungu , magenta (see fuchsia ), ungu muda, murbei, anggrek, plum , delima, puce, kerajaan, thistle , ungu , anggur.
Alam dan Budaya Ungu:
Ungu adalah royalti. Warna misterius, ungu dikaitkan dengan kedua bangsawan dan spiritualitas. Yang bertentangan merah panas dan dingin biru bergabung untuk menciptakan warna menarik.
Pantone memilih warna Biru Iris (Pantone 18-3943) sebagai Warna 2008 dari Tahun memberitahu kita: "Menggabungkan dan menenangkan aspek stabil biru dengan kualitas dan spiritual mistis ungu, Blue Iris memenuhi kebutuhan untuk meyakinkan di sebuah kompleks dunia, sambil menambahkan sedikit misteri dan kegembiraan."
Ungu memiliki tempat, khusus hampir suci di alam: lavender, anggrek, ungu, dan bunga violet sering halus dan dianggap berharga. Karena ungu adalah berasal dari pencampuran warna dingin yang kuat hangat dan kuat memiliki kedua sifat hangat dan dingin. Sebuah kamar ungu dapat meningkatkan imajinasi anak-anak atau kreativitas seorang seniman. Terlalu banyak ungu, seperti biru, dapat mengakibatkan kemurungan.
Ungu ialah warna berkabung bagi janda di Thailand, ungu juga adalah warna favorit Mesir Cleopatra. Telah tradisional dikaitkan dengan royalti dalam banyak kebudayaan. jubah ungu yang dipakai oleh bangsawan dan orang-orang otoritas atau peringkat tinggi. Hati Ungu adalah dekorasi Militer AS diberikan kepada tentara yang terluka dalam pertempuran.
Menggunakan Ungu:
  • Ungu gelap atau terang menyarankan kekayaan.
  • ungu terang lebih romantis dan lembut.
  • Gunakan ungu merah untuk skema warna ungu lebih hangat atau lebih biru menjadi dingin.
Mengkombinasikan warna Ungu dengan warna lain:
  • Sebuah terong ungu dengan kulit cokelat netral atau krem adalah, bersahaja kombinasi warna konservatif dengan sentuhan misteri yang ungu menyediakan.
  • Hijau dan ungu bisa menjadi kombinasi yang mencolok dalam terang permata nada atau mendalam atau menggunakan warna yang lebih ringan untuk springlike, merasa gembira.
  • Pink dan ungu memiliki daya tarik feminin.
Palet Warna Ungu:
Ini palet warna fitur warna ungu yang dikombinasikan dengan nuansa hijau, oranye, biru, dan kuning.  

nah, sekarang siapa aja yang suka warna ungu hayoo? ayoo kembangkanlah ke-fanatikan kalian terhadap warna ungu.. wkwkwkwk..
saya juga termasuk salah satu orang yang fanatik banget sama warnan ungu loh.. hehe :D
 

^^gytha chubby^^ Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea